Vaksin hepatitis B tidak mengobati hepatitis B
Vaksin hepatitis B mencegah infeksi; vaksin ini tidak mengobati hepatitis B kronis yang sudah ada. Bagi yang sudah HBsAg positif, vaksinasi tidak membersihkan virus atau membuat HBsAg negatif.
Yang memerlukan vaksinasi hepatitis B adalah anggota rumah, pasangan, dan kontak tanpa bukti imunitas. Mereka perlu diperiksa HBsAg, anti-HBs, dan anti-HBc, dan yang tidak terinfeksi serta belum punya antibodi perlu menyelesaikan seri vaksin.
Vaksin hepatitis A: layak dibahas pada hepatitis B kronis
Hepatitis A dan hepatitis B adalah virus berbeda, tetapi koinfeksi atau superinfeksi dapat memperberat hepatitis. Penderita penyakit hati kronis, termasuk hepatitis B kronis, biasanya dianjurkan memeriksa imunitas hepatitis A dan divaksinasi bila belum imun.
Tanyakan saat kontrol: apakah saya sudah diperiksa antibodi hepatitis A, dan apakah saya perlu vaksin? Orang yang pernah hepatitis A atau sudah divaksinasi biasanya tidak perlu lagi.
Vaksin flu dan pneumokokus: sesuai risiko
Vaksinasi influenza biasanya setiap tahun, dan penderita penyakit hati kronis termasuk kelompok yang dianjurkan. Vaksin influenza inaktif tidak mengandung virus hidup dan tidak menyebabkan hepatitis B.
Vaksin pneumokokus juga dianjurkan pada sirosis atau penyakit hati kronis, dengan jenis dan jumlah dosis sesuai jadwal imunisasi setempat dan usia. Beri tahu pemberi vaksin tentang fase penyakit hati dan obat Anda.
COVID-19 dan vaksin lain
Ikuti rekomendasi COVID-19 terbaru di wilayah Anda; penyakit hati kronis umumnya bukan kontraindikasi. Vaksin lain, seperti tetanus atau vaksin perjalanan, bergantung pada tujuan, pekerjaan, dan risiko pajanan.
Vaksin hidup yang dilemahkan, termasuk sebagian vaksin perjalanan, MMR, dan varicella, biasanya perlu kehati-hatian atau dihindari pada orang imunokompromais atau yang menjalani terapi imunosupresif, dan dokter yang memutuskan. Hepatitis B kronis saja bukan imunosupresi.
Yang perlu diberitahukan sebelum vaksinasi
Beri tahu antivirus yang Anda pakai, apakah ada sirosis, apakah menjalani terapi imunosupresif atau kemoterapi, apakah ada demam atau flare hepatitis akut, riwayat alergi vaksin, serta apakah hamil atau merencanakan kehamilan.
Jika hepatitis sedang aktif atau Anda merasa tidak enak badan, diskusikan penundaan sampai stabil. Pilek ringan biasanya bukan kontraindikasi mutlak; tempat vaksinasi akan menilai.
Pertanyaan untuk dokter
- Apakah saya sudah diperiksa antibodi hepatitis A dan hepatitis B, dan perlu vaksinasi?
- Apakah saya perlu vaksin flu tahun ini?
- Saya punya sirosis; apakah perlu vaksin pneumokokus?
- Apakah antivirus atau terapi imunosupresif saya memengaruhi vaksinasi?
- Saya akan bepergian; vaksin mana yang perlu lebih dulu dan mana yang harus dihindari?
- Jika demam atau lemas setelah vaksinasi, siapa yang harus saya hubungi?
Checklist tindakan
Pastikan status skrining dan vaksinasi hepatitis B anggota keluarga dan pasangan. Tanyakan apakah Anda perlu vaksin hepatitis A. Ikuti vaksin flu tahunan. Bila ada sirosis, tanyakan vaksin pneumokokus. Beri tahu pemberi vaksin tentang fase hati dan obat Anda. Simpan catatan setiap dosis. Bila demam atau hepatitis sedang aktif, konsultasikan lebih dulu.