Didukung sumber

PrEP untuk HIV dan hepatitis B: apa hubungannya?

PrEP oral mengandung tenofovir dan juga menekan hepatitis B, sehingga penghentiannya bisa memicu kekambuhan, sementara PrEP suntik tidak mengobati hepatitis B. Apa yang diperiksa sebelum PrEP dan bagaimana merencanakan jika ada HBV.

Terakhir ditinjau: 2026-11-06 · Global · Pasien dan keluarga

Mengapa PrEP dan hepatitis B saling terkait

PrEP adalah profilaksis pra-pajanan untuk mencegah infeksi HIV. PrEP oral umumnya menggabungkan tenofovir (TDF atau TAF) dengan emtrisitabin, dan tenofovir juga merupakan terapi lini pertama hepatitis B kronis. Jadi obat untuk mencegah HIV juga bekerja pada virus hepatitis B di tubuh.

Itulah sebabnya pemeriksaan hepatitis B biasanya dilakukan sebelum memulai PrEP: hasilnya mengubah pilihan regimen dan rencana pemantauan.

PrEP oral juga menekan hepatitis B

Jika Anda menderita hepatitis B kronis dan memakai PrEP oral berisi tenofovir, HBV DNA sering tertekan dan tes hati bisa membaik. Terapi sampingan ini terlihat menguntungkan, tetapi menimbulkan masalah: kendali hepatitis B tersembunyi di balik resep PrEP.

Jika PrEP oral kemudian dihentikan, karena ganti regimen, jeda, atau beralih ke cara pencegahan tanpa tenofovir, virus hepatitis B yang tertekan dapat aktif kembali.

PrEP suntik jangka panjang tidak mengobati hepatitis B

PrEP suntik jangka panjang, seperti kabotegravir, memiliki target berbeda dari tenofovir dan tidak menekan virus hepatitis B. Memakainya untuk pencegahan HIV tidak mengobati hepatitis B, dan menghentikannya tidak memicu kekambuhan hepatitis B karena penghentian antivirus.

PrEP ini juga tidak mencegah hepatitis B. Apa pun jenis PrEP yang dipakai, pencegahan hepatitis B tetap bergantung pada vaksinasi, kondom, dan menghindari pajanan darah.

Menghentikan PrEP oral dapat memicu kekambuhan hepatitis B

Bagi penderita hepatitis B, menghentikan obat berisi tenofovir memerlukan rencana, bukan keputusan biasa. Kekambuhan dapat berupa HBV DNA dan ALT naik, kadang dengan flare hepatitis, dan risikonya lebih tinggi pada sirosis.

Jadi jika Anda memakai PrEP oral dan memiliki hepatitis B, keputusan menghentikan, mengganti, atau beralih ke PrEP suntik harus dibahas dengan dokter lebih dulu, dengan pemeriksaan HBV DNA dan tes hati setelahnya.

Apa yang perlu diperiksa sebelum mulai PrEP

Pemeriksaan biasanya mencakup HIV, fungsi ginjal, serologi hepatitis B (HBsAg, anti-HBs, anti-HBc), dan bila perlu HBV DNA, hepatitis C, serta infeksi menular seksual. Panduan berbeda antar wilayah, tetapi skrining hepatitis B adalah salah satu langkah penting.

Jika HBsAg positif, dokter perlu menentukan status infeksi dan membahas apakah regimen PrEP juga menjadi terapi hepatitis B serta bagaimana pemantauan setelah berhenti. Jika semua penanda hepatitis B negatif, vaksinasi hepatitis B dianjurkan lebih dulu.

Jika Anda sudah menderita hepatitis B

Diskusikan tiga jalur dengan dokter: melanjutkan PrEP oral berisi tenofovir sebagai bagian terapi hepatitis B; beralih ke cara pencegahan yang tidak bekerja pada hepatitis B sambil meresepkan antivirus hepatitis B terpisah; atau menghentikan PrEP dengan pemantauan dan rencana terapi hepatitis B yang disiapkan lebih dulu.

Jangan menghentikan PrEP oral sendiri untuk melihat apakah virus naik, dan jangan memakai PrEP sebagai vaksin hepatitis B. Jika ada infeksi HIV, seluruh rencana sebaiknya dikoordinasikan oleh dokter HIV.

Pertanyaan untuk dokter

  1. Apakah regimen PrEP saya mengandung tenofovir, dan apakah itu memengaruhi hepatitis B?
  2. Apakah saya diperiksa HBsAg, anti-HBs, dan anti-HBc sebelum mulai PrEP?
  3. Jika saya punya hepatitis B, bagaimana HBV DNA dan ALT diperiksa setelah berhenti PrEP?
  4. Jika saya beralih ke PrEP suntik, bagaimana terapi hepatitis B saya?
  5. Apakah saya perlu vaksinasi hepatitis B?
  6. Jika muncul lemas, kuning, atau urine gelap, siapa yang harus saya hubungi?

Checklist tindakan

Pastikan skrining hepatitis B sebelum mulai PrEP. Jangan menghentikan PrEP oral atau beralih ke PrEP suntik sendiri. Jika berhenti PrEP berisi tenofovir, atur pemeriksaan HBV DNA dan tes hati lebih dulu. Vaksinasi, kondom, dan menghindari pajanan darah tetap inti pencegahan hepatitis B. Segera cari bantuan bila muncul kuning, urine gelap, lemas berat, atau perut membesar.

Referensi

  1. Hepatitis B Online Choosing an Initial HBV Treatment Regimen · University of Washington Hepatitis B Online

    Regimen berisi tenofovir

    Materi terapi Hepatitis B Online mencantumkan TDF, TAF, dan entecavir sebagai lini pertama dan mencatat tenofovir menekan replikasi hepatitis B.

    diakses: 2026-11-06 · Buka sumber asli

  2. WHO 2024 Chronic Hepatitis B Guidelines · World Health Organization

    Terapi dan risiko penghentian

    Panduan WHO 2024 mencatat sebagian besar orang perlu terapi jangka panjang dan penghentian memerlukan penilaian serta pemantauan.

    diakses: 2026-11-06 · Buka sumber asli

  3. AASLD Hepatitis B Guidance · American Association for the Study of Liver Diseases

    Penyesuaian terapi dan pemantauan

    Panduan AASLD mendasarkan perubahan antivirus pada kendali virus, tes hati, dan risiko sirosis.

    diakses: 2026-11-06 · Buka sumber asli

  4. CDC Hepatitis B Testing and Diagnosis · Centers for Disease Control and Prevention

    Pemeriksaan skrining hepatitis B

    Panduan pemeriksaan CDC menjelaskan HBsAg, anti-HBs, dan anti-HBc sebagai dasar status infeksi dan imunitas.

    diakses: 2026-11-06 · Buka sumber asli

  5. CDC Hepatitis B Prevention and Control · Centers for Disease Control and Prevention

    Pencegahan hepatitis B

    Materi pencegahan CDC menjelaskan vaksinasi dan menghindari pajanan darah serta seksual sebagai inti pencegahan.

    diakses: 2026-11-06 · Buka sumber asli

Lanjut membaca